Persiapan Benih
Gunakan Jagung Hibrida KR-020 Gatotkaca sebagai benih pilihan. Sebelum tanam disarankan untuk menambahkan fungisida berbahan aktif Dimetomorf + Piraklostrobin dan insektisida berbahan aktif Tiametoksam. Penambahan ini disarankan dilakukan maksimal satu hari sebelum tanam.
Penanaman
Jarak tanam rekomendasi:65cm x 20cm atau 70cm x 20cm untuk 1 benih/lubang. Untuk penutupan lubang tanam disarankan menggunakan tanah atau pupuk kandang.
Waktu Pemupukan
0-7 HST: UREA 150kg/ha, NPK 200kg/ha
21-25 HST: UREA 50kg/ha, NPK 300kg/ha
35-40 HST: NPK 300kg/ha
Pengendalian Hama dan Penyakit
Gunakan fungisida dengan dosis 0,5-2ml/liter air saat umur 20 dan 30 HST untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan meningkatkan kualitas hasil panen. Penyemprotan insektisida dilakukan dengan dosis 0,5 - 1 ml/liter air untuk mengatasi hama ulat dan thrips pada rambut jagung. Penyemprotan insektisida dilakukan pada saat 15 dan 35 HST.
Pengairan
Disarankan untuk tanaman tidak kekurangan air pada saat 0-10 HST, 45-55 HST (Fase Pembungaan) dan 70-80 HST (Fase Pengisian Biji). Hindari tanaman dari genangan air sehingga perlu diperhatikan drainase pada lahan yang digunakan.
Panen
Di dataran rendah tanaman dapat dipanen pada saat umur 105-110 HST. Sedangkan di dataran tinggi pada umur 115-120 HST. Ciri-ciri jagung siap panen adalah klobot jagung sudah berwarna coklat muda dan terdapat tanda hitam (black layer) pada pangkal biji.